Thu. Oct 24th, 2019

Arashiyama Kota Alam yang Nyaman di Kyoto Jepang

Arashiyama merupakan nama distrik yang terletak di sebelah barat Kyoto. Distrik ini adalah daerah wisata terkenal di Kyoto, bahkan di Jepang. Daerah ini menawarkan pemandangan alam yang indah sehingga bahkan sejak dulu pun para bangsawan menjadikannya sebagai tempat untuk berwisata. Gunung, bukit, hutan dan sungai adalah beberapa hal yang akan kita temukan jika berpelesir ke Arashiyama. Tempat ini sangat populer untuk dikunjungi saat musim semi dan gugur. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan di Arashiyama di antaranya sebagai berikut.

  • Berjalan di Tengah Hutan Bambu Sagan

Berjarak 30 menit dari pusat kota yang padat, Hutan Bambu Sagano berdiam, teduh dan tenang. Di Hutan Bambu Sagano, nyiur angin berkelindan dengan tanaman yang padat, bambu-bambu yang melengkung turut berderit, daun-daun berdesiran dan tak sulit bagimu menemukan kedamaian di sana.Bunyi alam nan meditatif tersebut mendorong Kementerian Lingkungan Hidup Jepang memasukkan Hutan Bambu Sagano ke dalam ‘100 Soundscapes yang Dimiliki Jepang’. Program itu dicanangkan pemerintah guna memberi edukasi dan alternatif tempat ramah telinga bagi penduduk Jepang.

Namun, masa depan pepohonan bambu yang indah ini tengah menjadi topik yang memprihatinkan, setelah pemerintah kota Kyoto menemukan bahwa setidaknya ada 100 bambu telah dirusak oleh turis sejak bulan Februari lalu. Kerusakan pertama kali menjadi pusat perhatian orang-orang ketika Ebisuya, sebuah perusahaan yang menawarkan jasa transportasi rickshaw di Arashiyama dan juga membantu mengelola hutan, posting di halaman Facebook mereka, dan mengatakan, “bambu Arashiyama menangis”.

Menurut laporan, sebagian besar coretan yang terdapat pada batang-batang pohon bambu ditulis dalam bahasa Inggris, Korea hingga Cina, tetapi beberapa huruf Jepang juga telah ditemukan di pepohonan tersebut. Ada sebagian pengunjung yang mungkin ingin mengabadikan perjalanan mereka ke tempat ini dengan mengukir nama atau inisial pada bambu, tetapi pejabat Kota Kyoto mendesak pengunjung untuk menghentikan aksi itu demi melestarikan hutan.

Dalam video yang dirilis oleh ANN, seorang petugas pengelola hutan mengatakan jika pohon-pohon yang rusak harus ditebang dan dibuang. Ia juga menjelaskan, pemberian pita berwarna hijau hanya untuk membantu menutupi dan mencoba mencegah kerusakan, sebagai upaya perbaikan sementara.

Jika aksi vandalisme masih terus berlanjut, bukan tidak mungkin salah satu keindahan alam yang ada di Kyoto ini dapat menghilang sewaktu-waktu atau bahkan pemerintah setempat menutup salah satu Situs Warusian Dunia UNESCO tersebut agar lingkungannya tetap terjaga dengan baik.

Untuk itu, jangan berulah yang tidak-tidak ya ketika berkunjung ke mari, demi menjaga kelestariannya dan berlangsungnya wisata.

  • Menyusuri Sungai Hozugawa dengan Perahu Tradisional

Kegiatan ini adalah salah satu yang paling populer di Arashiyama. Kegiatan naik perahu tradisional ini sering disebut Hozugawa Kudari atau menyusuri muara sungai Hozugawa dalam bahasa Indonesia. Dengan menyusuri sungai menggunakan perahu, kita bisa menikmati keindahan pegunungan Arashiyama dari sudut yang berbeda. Kita bisa memandangnya dari dekat dan 360 derajat. Kita juga bisa melihat betapa kecilnya kita ketika berada di antara tebing-tebing yang tinggi. Naik perahu tradisional dan menyusuri sungai ini awalnya dilakukan sekitar 400 tahun lalu untuk transportasi orang dan barang dagangan. Namun semenjak pembangunan jalan di era Meiji, fungsinya beralih jadi kegiatan wisata.

  • Menembus Hutan Arashiyama dengan Kereta Wisata Sagano-Arashiyama

Selain dengan naik perahu tradisional, kita juga bisa menikmati pemandangan Arashiyama dengan kereta wisata. Kereta wisata Sagano adalah kereta wisata dengan lokomotif kuno dengan mesin uap. Dengan naik kereta wisata ini, kita bisa merasakan langsung pemandangan alam pegunungan Arashiyama Kyoto. Bayangkan saja kereta dengan desain kuno dan jendela kaca terbuka menyusuri jalanan dengan ritme pelan. Hembusan angin pegunungan pun akan menerpa wajah, memberikan sensasi segar yang menenangkan. Sagano Romantic Train akan menjadi teman perjalanan super romantis!

Saat naik Sagano Romantic Train, kita berkesempatan untuk melihat 3 spot menarik dari kereta. Ketiga spot ini adalah Pemandangan Sungai Hozu, Hutan Bambu Arashiyama, dan Jembatan Togetsukyo. Aliran deras sungai Hozu yang dikelilingi dengan pegunungan akan menjadi pesona utama. Suara gemuruh dari aliran deras itupun terdengar. Sesekali kita juga berkesempatan melihat pengunjung lain yang tengah naik kapal tradisional.

  • Melihat Keindahan Pemandangan Sekitar Jembatan Togetsu

Dibangun beratus tahun yang lalu, Togetsu kyo bridge telah mengalami beberapa kali perbaikan dan desain yang sekarang merupakan desain sejak tahun 1934. Jembatan ini merupakan salah satu jembatan terindah yang ada di Jepang dengan panjang 155 meter. Togetsu sendiri memiliki arti ‘moon crossing’ atau penyeberangan bulan karena dahulu kala pada masa Kamakura (sekitar tahun 1185-1333 ), Kaisar Kameyama menaiki perahu melintasi sungai saat bulan purnama tampak di langit dan ia pun berujar bahwa bulan terlihat seperti tengah menyeberangi jembatan. Kalimat tersebutlah yang menjadi sumber nama bagi jembatan ini.

Melewati jembatan ini pun mampu menghipnotis para wisatawan katena keindahan panorama gunung seberang dimana warna-warna pohon tampak cantik dan asri menghiasi pemandangan. Kita bisa mengunjungi jembatan ini di segala musim. Namun tentunya musim sakura adalah waktu yang sangat pas karena pesona warna pink tampak sangat indah dan tidak dapat ditemukan di jembatan manapun di dunia.

  • Mengunjungi Situs Warisan Dunia UNESCO, Kuil Tenryu-ji

Kuil Tenryuji merupakan kuil terbesar di sekitar Arashiyama, Kyoto, Jepang. Kuil kaum Zen ini didirikan tahun 1339 pada periode awal pemerintahan Muromachi dan dinobatkan sebagai salah satu dari sekian banyak Situs Warisan Dunia UNESCO di Kyoto. Konon kuil ini dibangun oleh seorang shogun (pemimpin) yang saat itu berkuasa, Ashikaga Takauji untuk menenangkan arwah Kaisar Go-Daigo yang ia gulingkan. Kuil Tenryuji berulang kali mengalami kebakaran dan menjadi korban perang kekuasaan di Jepang selama berabad-abad. Sebagian besar ruangan di kuil ini, seperti Aula utama (Hojo), ruang gambar (Shoin) dan dapur (Kuri) akhirnya dipugar kembali pada Periode Meiji (1868-1912).

Kuil Tenryuji terletak di lereng pegunungan Arashiyama dan terkenal dengan taman Jepang Nihonteien dengan panorama menakjubkan. Lokasinya tidak jauh dari jembatan Togetsu di pinggir sungai. Berbeda dengan bagian kuil lainnya, taman Tenryuji boleh dibilang paling awet dan masih dipertahankan bentuk aslinya selama berabad-abad.

SUMBER : https://www.japantrips.co/blog/2019/02/5-kegiatan-di-arashiyama-kyoto

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *