Thu. Oct 24th, 2019

Menikmati Keindahan Alam Kyoto dengan Menggunakan Kimono

Saat berkunjung ke Kyoto, berkeliling pusat keramaian dapat dilakukan dengan berjalan kaki. Selain menekan biaya transportasi, dengan berjalan kaki Anda juga dapat merasakan lebih dekat budaya Jepang. Kyoto dikenal sebagai salah satu kota yang menjadi pusat budaya dan kesenian Jepang. Nuansa tradisional dan modern-nya Jepang bisa dirasakan di kota berpenduduk kira-kira 1,5 juta jiwa tersebut.
Dua hal yang sangat mudah ditemui dan menjadi ciri khas Kyoto adalah banyak kuil tua, banyak orang berjalan kaki mengenakan kimono atau hakama, pakaian tradisional Jepang, khususnya di sepanjang jalan Kawaramachi, Jalan Shijo, atau Jalan Ninenzaka.

Suasana Kota Kyoto, Jepang, Jumat (13/10/2017). Suasana Kota Kyoto, Jepang, (KOMPAS.com/INDRA AKUNTONO)

Di Kyoto, budaya pemakaian Kimono terbagi menjadi dua aliran yaitu Hanamachi (distrik tempat Geiko dan Meiko bekerja dan tinggal) dan Machikata (istri-istri pejabat). Bagi Geiko dan Meiko, kimono merupakan salah satu cara untuk mempromosikan diri. Dengan Kimono berdesain cantik dan tentunya dengan kualitas bahan terbaik ini merupakan hal yang sangat penting bagi mereka. Dengan menggunakan kimono terbaik ini kesempatan mereka untuk mendapat tawaran kerja di Ozashiki (ruang mewah) juga semakin meningkat. Selain itu, untuk para Maiko, bentuk Obi (tali pinggang kimono) juga dibentuk secara khusus. Pada pemakaian kimono biasa, Obi akan diikat dan dibuat simpul pita akan tetapi, Obi yang dikenakan oleh Maiko dibiarkan terurai dibagian belakang. Obi khusus Maiko ini biasa juga disebut Darari no Obi. Pada saat ini banyak di antara mereka yang mengenakan kimono di Kyoto adalah pelancong domestik. Para pejalan kaki berjalan tertib menyusuri trotoar, kuil, taman, hingga jalan-jalan kecil di dalamnya.

Pengunjung Kuil Yasaka Jinja, di Kyoto, Jumat (13/10/2017).
Jasa penyewaan kimono sangat mudah ditemui di Kyoto. Tarifnya berbeda-beda, rata-rata sekitar 3.000 yen atau kira-kira Rp 350.000 untuk sekali sewa dan berkeliling, ditambah 500-1.500 yen untuk biaya rias dan sewa aksesori lainnya. Saat akan menyeberangi jalan, perempatan atau pertigaan, pejalan kaki juga turut mematuhi lampu rambu. Suasana Jepang akan terasa saat Anda menunggu tanda lampu pejalan kaki boleh menyeberang bersama orang-orang yang mengenakan kimono atau hakama.

 

SUMBER :

  1. https://travel.kompas.com/read/2017/10/18/161200127/pelancong-kyoto-dan-kimono-
  2. https://www.id-kyoto.yumeyakata.com/single-post/2018/05/03/Budaya-Kimono-di-Hanamachi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *